Minggu, 31 Oktober 2010

MANCING DI PANTAI ALAM INDAH ( Jongor / Tegal )

@El Fhivi Arvianto

厄爾尼諾愛維安

TEGAL HARLBOUR



Bicara tentang kota Tegal, akan terlintas dalam benak kita tentang logat “ngapak-ngapak” orang Tegal. Logat yang sudah menjadi tredemark milik kota bahari ini... Tapi bukan berati aku menilai “miring” logat ngapak-ngapak orang Tegal. Kebanyakan orang menilai logat Tegalan merupakan logat bahasa yang kasar, keras dan menjadi bahan tertawaan orang. Tapi justru aku menemukan sesuatu yang lain dari yang selama ini dianggap negatif sebagian besar orang. Dalam pemikiranku, bahasa bukanlah barometer untuk menilai pribadi seseorang, pribadi seseorang justru akan dinilai dari perilaku dan sikap seseorang. Pengalamanku menjelajah dan mancing di Tegal justru memberiku penilaian berbeda dari yang selama ini menjadi image Tegal.




Kedatanganku ke Tegal tanggal 30 Oktober kemarin ini, sebenarnya tidak bertujuan semata untuk memancing. Memancing hanyalah sekedar hanging out saja. Aku berkunjung ke Tegal untuk menjemput adikku cewek yang bungsu. Selama ini adikku bekerja di Tegal dan kost di sana. Karena dia mau menikah bulan depan, dia akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya. Dan akhirnya kujemput dengan boyongan barang-barang sekamarnya full bisa masuk ke L-300 yang aku bawa. Nah, kesempatan ini aku manfaatkan untuk mancing di Tegal. Di sini aku justru menemukan keramahtamahan orang Tegal yang sesungguhnya di saat aku bertemu rekan-rekan sesama pemancing setempat. Padahal aku belum kenal mereka, juga baru pertama kali bertemu. Kita bisa memancing bersama dan saling bercerita pengalaman masing-masing dengan akrabnya. Walau logat bahasaku jelas berbeda dengan mereka, tapi tak menjadi hambatan untuk menjalin persahabatan. Bahkan mereka tidak segan-segan memberiku umpan tambahan dan mengajariku cara memancing di dermaga Pantai Alam Indah.




Lempar bro...


Ciaooo... Strikeeee....!!!!


Pemancing Tegal

Pantai Alam Indah memang sudah menjadi ikon kota Tegal. Seakan sudah menjadi ciri khas kota Tegal. Tidak afdhol rasanya bila kita berkunjung ke Tegal tapi tidak menyempatkan diri mampir ke pantai Alam Indah.. Pantai ini teletak di utara kota Tegal. Berdekatan dengan pelabuhan dan tempat pelelangan ikan Jongor. Memanjang dengan dermaga-dermaga wisata yag menjorok ke arah laut. Keberadaan dermaga-dermaga ini justru memanjakan para pemancing. Kita yang hoby memancing dapat langsung menuju spot-spot tanpa harus bersusah payah melempar kail ke spot yang dalam. Pemancing tinggal lempar kail beberapa meter saja, tergantung selera masing-masing. Soal peruntungan ikan, tinggal nasib yang bicara.. Kalau memang nasib kita sedang mujur, di bawah dermaga saja kita bisa mendapatkan ikan yang lumayan besar.. Lain hal bila kita mancing pasiran, kita tidak akan mendapatkan sasaran ikan besar bila tidak melempar sekuat tenaga ke tengah laut.



Kata orang.. Ini yang namanya Kakap Demak..?


Lele Laut....


My driver, Bang Udin...!! Me and my mom....

My momm & my sister



Ikan yang di dapat di dermaga ini, tidak kalah dengan ikan-ikan perairan dalam. Dengan kedalaman rata-rata 7-10 meter sudah cukup untuk strike ikan sebesar telapak tangan yang banyak berseliweran di bawah dermaga. Hanya saja untuk mengundang ikan datang, kita harus berani spekulasi “ngeBomm” dengan udang-udang kecil di sekitar spot kita. Tidak beda dengan ngebomm pelet jika kita mancing nila di waduk.

Aku sendiri karena memang belum berpengalaman mancing di dermaga seperti di Tegal ini. Belum bisa mengenali karakter ikan-ikan disini. Tapi aku cukup puas dengan hasil ikan-ikan kecil. Entah apa nama ikan-ikan tersebut, aku tidak hafal jenis ikan-ikan laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Minggu, 31 Oktober 2010

MANCING DI PANTAI ALAM INDAH ( Jongor / Tegal )

@El Fhivi Arvianto

厄爾尼諾愛維安

TEGAL HARLBOUR



Bicara tentang kota Tegal, akan terlintas dalam benak kita tentang logat “ngapak-ngapak” orang Tegal. Logat yang sudah menjadi tredemark milik kota bahari ini... Tapi bukan berati aku menilai “miring” logat ngapak-ngapak orang Tegal. Kebanyakan orang menilai logat Tegalan merupakan logat bahasa yang kasar, keras dan menjadi bahan tertawaan orang. Tapi justru aku menemukan sesuatu yang lain dari yang selama ini dianggap negatif sebagian besar orang. Dalam pemikiranku, bahasa bukanlah barometer untuk menilai pribadi seseorang, pribadi seseorang justru akan dinilai dari perilaku dan sikap seseorang. Pengalamanku menjelajah dan mancing di Tegal justru memberiku penilaian berbeda dari yang selama ini menjadi image Tegal.




Kedatanganku ke Tegal tanggal 30 Oktober kemarin ini, sebenarnya tidak bertujuan semata untuk memancing. Memancing hanyalah sekedar hanging out saja. Aku berkunjung ke Tegal untuk menjemput adikku cewek yang bungsu. Selama ini adikku bekerja di Tegal dan kost di sana. Karena dia mau menikah bulan depan, dia akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya. Dan akhirnya kujemput dengan boyongan barang-barang sekamarnya full bisa masuk ke L-300 yang aku bawa. Nah, kesempatan ini aku manfaatkan untuk mancing di Tegal. Di sini aku justru menemukan keramahtamahan orang Tegal yang sesungguhnya di saat aku bertemu rekan-rekan sesama pemancing setempat. Padahal aku belum kenal mereka, juga baru pertama kali bertemu. Kita bisa memancing bersama dan saling bercerita pengalaman masing-masing dengan akrabnya. Walau logat bahasaku jelas berbeda dengan mereka, tapi tak menjadi hambatan untuk menjalin persahabatan. Bahkan mereka tidak segan-segan memberiku umpan tambahan dan mengajariku cara memancing di dermaga Pantai Alam Indah.




Lempar bro...


Ciaooo... Strikeeee....!!!!


Pemancing Tegal

Pantai Alam Indah memang sudah menjadi ikon kota Tegal. Seakan sudah menjadi ciri khas kota Tegal. Tidak afdhol rasanya bila kita berkunjung ke Tegal tapi tidak menyempatkan diri mampir ke pantai Alam Indah.. Pantai ini teletak di utara kota Tegal. Berdekatan dengan pelabuhan dan tempat pelelangan ikan Jongor. Memanjang dengan dermaga-dermaga wisata yag menjorok ke arah laut. Keberadaan dermaga-dermaga ini justru memanjakan para pemancing. Kita yang hoby memancing dapat langsung menuju spot-spot tanpa harus bersusah payah melempar kail ke spot yang dalam. Pemancing tinggal lempar kail beberapa meter saja, tergantung selera masing-masing. Soal peruntungan ikan, tinggal nasib yang bicara.. Kalau memang nasib kita sedang mujur, di bawah dermaga saja kita bisa mendapatkan ikan yang lumayan besar.. Lain hal bila kita mancing pasiran, kita tidak akan mendapatkan sasaran ikan besar bila tidak melempar sekuat tenaga ke tengah laut.



Kata orang.. Ini yang namanya Kakap Demak..?


Lele Laut....


My driver, Bang Udin...!! Me and my mom....

My momm & my sister



Ikan yang di dapat di dermaga ini, tidak kalah dengan ikan-ikan perairan dalam. Dengan kedalaman rata-rata 7-10 meter sudah cukup untuk strike ikan sebesar telapak tangan yang banyak berseliweran di bawah dermaga. Hanya saja untuk mengundang ikan datang, kita harus berani spekulasi “ngeBomm” dengan udang-udang kecil di sekitar spot kita. Tidak beda dengan ngebomm pelet jika kita mancing nila di waduk.

Aku sendiri karena memang belum berpengalaman mancing di dermaga seperti di Tegal ini. Belum bisa mengenali karakter ikan-ikan disini. Tapi aku cukup puas dengan hasil ikan-ikan kecil. Entah apa nama ikan-ikan tersebut, aku tidak hafal jenis ikan-ikan laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar