Senin, 18 Oktober 2010

MANCING DI SUNGAI KLAWING ( Bojong / Purbalingga )

@El Fhivi Arvianto
厄爾尼諾愛維安

SEPENGGAL MALAM DI SUNGAI KLAWING


Sebenarnya petualangan ini sudah lama berlalu, tepatnya tanggal 2 Juli 2007. Ketika itu aku ingat ada undangan menghadiri resepsi pernikahan sahabatku di Purbalingga, maka setelah selasai acara. Aku sengaja menyempatkan diri untuk istirahat dan bermalam di tepi sungai sekaligus bisa aku manfaatkan untuk mancing di sungai Klawing. Sungai Klawing merupakan sungai yang menjadi ikon sungai di Purbalingga. Sungai ini bermata air di gunung Slamet mengalir membelah wilayah Purbalingga, sampai akhirnya bermuara di sungai Serayu. Menurut kabar sungai ini terkenal dengan ikan Baceman (istilah orang Banyumas) atau Baung, Sogo, Mbeong ( Mystus Nemurus ) Terutama di daerah hulu yang keruh karena penambangan pasir. Ikan ini bisa di pancing kapan saja. Asalkan beruntung pasti bisa strike. Terlebih lagi, kalau malam hari setelah hujan, lebih berpotensi besar untuk mendapatkan ikan ini.

Bersiap menyambut strike Baung....

Sampai di jembatan sungai Klawing wilayah Bojong pada pukul 15.00 WIB. Aku langsung turunkan peralatan pancingku. Di pojok atas sungai sudah beberapa pemancing lokal terlihat beraksi. Dua jam berlalu, kailku tak disentuh ikan sama sekali. Tapi ku lihat ada beberapa pemancing yang pulang membawa hasil. Di antaranya ikan Baung atau Baceman. Dengan sedikit berbasa-basi, aku acungkan jempol untuk pemancing yang beruntung tersebut. Selanjutnya aku ajak ngobrol mengenai spot sungai Klawing. Mereka dengan antusias bercerita keberhasilannya. Ternyata trik mancing Baceman di sungai Klawing bisa ku gali dari orang tersebut.

Narsis dulu buat kenang-kenangan....


Sore yang mendung... Semoga tak turun hujan

Potensi terbesar untuk strike ikan Baung memang pada malam hari, dan semoga keberuntungan berpihak padaku nanti malam. Dengan umpan cacing bayem yang sudah aku siapkan, aku mendirikan tenda kecil di tepian sungai. Setelah tenda berdiri aku mulai merangkai kail dan ku lempar ke arah kedung yang dalam. Lama aku menunggu, bahkan sampai waktu maghrib tibapun belum ada tanda-tanda kailku di sentuh ikan. Ternyata semakin malam, sekitar sungai Klawing semakin ramai di datangi para pemancing dari berbagai tempat. Yang terbanyak dari Purbalingga, Purwokerto dan Banjarnegara. Aku tau darimana mereka, berasal, karena aku sempat ngobrol-ngobrol dengan mereka. Tak kurang ada 15 lebih pemancing yang berkunjung ke sungai Klawing. Kami ngobrol ngalor-ngidul dengan penuh keakraban. Disinilah enaknya memancing, banyak sahabat baru yang aku kenal dari kegiatan satu ini. Dalam suasana persahabatan seperti inilah, kami saling bertukar cerita dan pengalaman kami masing-masing.

Strike pertamaku.... Baung Baceman...



Baung punya orang juga sempat aku potret......

Satu lagi... Strike Baceman jam 05.30 pagi.....!!!

Pagi-pagi banyak dapat ikan Weler ( Mystus Nigriceps )


Panen ikan Weler sak kepis.....

Menjelang jam 21.00 WIB sepertinya ikan Baung mulai beraksi. Beberapa pemancing ada yang sudah strike.. Yang aku tahu, sudah ada tiga pemancing yang sudah menaikkan ikan baung ini. Sementara aku..? Belum satupun..!! Kailku hanya di sambut ikan Gabus/Kutuk (Channa Striata). Mungkin sudah ada enam ikan Gabus yang berhasil aku naikkan. Baru sekitar jam 00.45 WIB kailku berhasil strike ikan Baung yang aku tunggu-tunggu. Baung sebesar lenganku berhasil aku angkat ke permukaan air dan masuk kepisku. Pada pagi setelah subuh, umpanku malah berkali-kali di sambar ikan Weler (Mystus Nigriceps). Ikan ini memang masih satu kerabat ( genus ) dengan ikan Baceman. Perbedaannya pada warna Weler yang kekuning-kuningan dan tubuhnya lebih kecil daripada Baceman atau Baung.

Ikan Kutuk atau Gabus ( Channa Striata )


Baceman atau Baung ( Mystus Nemurus )

Tapi ternyata ada larangan dari rekan-rekan mancing disini. Saat mancing ikan Baung ini dilarang menggunakan lampu penerangan, jadi harus main gelap-gelapan. Karena bila memakai lampu, bisa dipastikan ikan Baung yang lain akan bubar tak mau memakan umpan lagi. Mengenai larangan ini, baru aku tahu ketika aku mencoba memotret strike ikan Baung yang aku peroleh. Gara-gara kilatan lampu blitz kameraku, aku di tegur pemancing lain. Inilah sepenggal kisah petualanganku satu malam di sungai Klawing. One nigth from Klawing river....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Senin, 18 Oktober 2010

MANCING DI SUNGAI KLAWING ( Bojong / Purbalingga )

@El Fhivi Arvianto
厄爾尼諾愛維安

SEPENGGAL MALAM DI SUNGAI KLAWING


Sebenarnya petualangan ini sudah lama berlalu, tepatnya tanggal 2 Juli 2007. Ketika itu aku ingat ada undangan menghadiri resepsi pernikahan sahabatku di Purbalingga, maka setelah selasai acara. Aku sengaja menyempatkan diri untuk istirahat dan bermalam di tepi sungai sekaligus bisa aku manfaatkan untuk mancing di sungai Klawing. Sungai Klawing merupakan sungai yang menjadi ikon sungai di Purbalingga. Sungai ini bermata air di gunung Slamet mengalir membelah wilayah Purbalingga, sampai akhirnya bermuara di sungai Serayu. Menurut kabar sungai ini terkenal dengan ikan Baceman (istilah orang Banyumas) atau Baung, Sogo, Mbeong ( Mystus Nemurus ) Terutama di daerah hulu yang keruh karena penambangan pasir. Ikan ini bisa di pancing kapan saja. Asalkan beruntung pasti bisa strike. Terlebih lagi, kalau malam hari setelah hujan, lebih berpotensi besar untuk mendapatkan ikan ini.

Bersiap menyambut strike Baung....

Sampai di jembatan sungai Klawing wilayah Bojong pada pukul 15.00 WIB. Aku langsung turunkan peralatan pancingku. Di pojok atas sungai sudah beberapa pemancing lokal terlihat beraksi. Dua jam berlalu, kailku tak disentuh ikan sama sekali. Tapi ku lihat ada beberapa pemancing yang pulang membawa hasil. Di antaranya ikan Baung atau Baceman. Dengan sedikit berbasa-basi, aku acungkan jempol untuk pemancing yang beruntung tersebut. Selanjutnya aku ajak ngobrol mengenai spot sungai Klawing. Mereka dengan antusias bercerita keberhasilannya. Ternyata trik mancing Baceman di sungai Klawing bisa ku gali dari orang tersebut.

Narsis dulu buat kenang-kenangan....


Sore yang mendung... Semoga tak turun hujan

Potensi terbesar untuk strike ikan Baung memang pada malam hari, dan semoga keberuntungan berpihak padaku nanti malam. Dengan umpan cacing bayem yang sudah aku siapkan, aku mendirikan tenda kecil di tepian sungai. Setelah tenda berdiri aku mulai merangkai kail dan ku lempar ke arah kedung yang dalam. Lama aku menunggu, bahkan sampai waktu maghrib tibapun belum ada tanda-tanda kailku di sentuh ikan. Ternyata semakin malam, sekitar sungai Klawing semakin ramai di datangi para pemancing dari berbagai tempat. Yang terbanyak dari Purbalingga, Purwokerto dan Banjarnegara. Aku tau darimana mereka, berasal, karena aku sempat ngobrol-ngobrol dengan mereka. Tak kurang ada 15 lebih pemancing yang berkunjung ke sungai Klawing. Kami ngobrol ngalor-ngidul dengan penuh keakraban. Disinilah enaknya memancing, banyak sahabat baru yang aku kenal dari kegiatan satu ini. Dalam suasana persahabatan seperti inilah, kami saling bertukar cerita dan pengalaman kami masing-masing.

Strike pertamaku.... Baung Baceman...



Baung punya orang juga sempat aku potret......

Satu lagi... Strike Baceman jam 05.30 pagi.....!!!

Pagi-pagi banyak dapat ikan Weler ( Mystus Nigriceps )


Panen ikan Weler sak kepis.....

Menjelang jam 21.00 WIB sepertinya ikan Baung mulai beraksi. Beberapa pemancing ada yang sudah strike.. Yang aku tahu, sudah ada tiga pemancing yang sudah menaikkan ikan baung ini. Sementara aku..? Belum satupun..!! Kailku hanya di sambut ikan Gabus/Kutuk (Channa Striata). Mungkin sudah ada enam ikan Gabus yang berhasil aku naikkan. Baru sekitar jam 00.45 WIB kailku berhasil strike ikan Baung yang aku tunggu-tunggu. Baung sebesar lenganku berhasil aku angkat ke permukaan air dan masuk kepisku. Pada pagi setelah subuh, umpanku malah berkali-kali di sambar ikan Weler (Mystus Nigriceps). Ikan ini memang masih satu kerabat ( genus ) dengan ikan Baceman. Perbedaannya pada warna Weler yang kekuning-kuningan dan tubuhnya lebih kecil daripada Baceman atau Baung.

Ikan Kutuk atau Gabus ( Channa Striata )


Baceman atau Baung ( Mystus Nemurus )

Tapi ternyata ada larangan dari rekan-rekan mancing disini. Saat mancing ikan Baung ini dilarang menggunakan lampu penerangan, jadi harus main gelap-gelapan. Karena bila memakai lampu, bisa dipastikan ikan Baung yang lain akan bubar tak mau memakan umpan lagi. Mengenai larangan ini, baru aku tahu ketika aku mencoba memotret strike ikan Baung yang aku peroleh. Gara-gara kilatan lampu blitz kameraku, aku di tegur pemancing lain. Inilah sepenggal kisah petualanganku satu malam di sungai Klawing. One nigth from Klawing river....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar